Pengabdian Masyarakat dan Mahasiswa
“Bila
kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi
dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan
hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak
diberikan sama sekali”
Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh
pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri atas sekolah tinggi,
akademi, dan yang paling umum adalah universitas. Sepanjang sejarah, mahasiswa di
berbagai negara mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara.
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah
sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi
terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang
berada dalam kelompok tersebut.
Nah, itu tadi adalah penjelasan secara garis
besarnya. Lalu apa hubungan diantara keduanya?
Mahasiswa adalah aset utama dari sebuah bangsa yang tidak
dipisahkan dalam hal apapun. Mahasiswa merupakan generasi terdidik, diharapkan
mempu membuat perubahan yang jauh lebih baik bagi masyarakat luas.
Sehingga perubahan itu dapat benar-benar terjadi, dan mampu dirasakan
manfaatnya bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman lebih dalam
tentang Peran Mahasiswa dalam Masyarakat. Antara lain:
1. Peran Moral, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkarya
secara bebas melalui berbagai kegiatan didalam kampusnya masing-masing.
Mahasiswa adalah individu yang seharusnya sudah mampu membedakan hal yang baik
dan buruk. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut agar mempu memiliki akhlak
yang baik dan mampu bertanggung jawab terhadap segala hal yang telah
dilakukannya dalam kehidupan masyarakat.
2. Peran Sosial, mahasiswa memiliki kesempatan untuk terus melatih
diri dalam kehidupan sosial agar kelak mereka mampu menjalankan kehidupan
bermasyarakat dengan baik. Mahasiswa adalah individu yang seharusnya sudah
mampu bersosialilasi dengan baik. Oleh karena itu, segala hal yang dilakukannya
diharapkan memberikan dampak positif terhadap segala permasalahan kehidupan
sosial dalam masyarakat.
3. Peran Intelektual, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan
potensi diri sesuai dengan kemampuannya. Mahasiswa adalah individu yang sudah
seharusnya memiliki tingkat pengetahuan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Oleh karena itu, mahasiswa dituntut agar mampu memberikan solusi atas banyaknya
permasalahan yang terjadi dalam masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan
yang telah dipelajarinya.
Mahasiswa memiliki peranan penting di areal kampus
maupun di lingkungan masyarakat sekitarnya. Mahasiswa diharapkan mampu
menyumbangkan pengetahuannya kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya. Sebab
masyarakat itu sendiri telah berparadigma bahwa mahasiswa adalah cerminan
masyarakat di masa depan yang memiliki nilai kependidikan yang lebih dan
berpengetahuan luas. Sehingga apabila mahasiswa dan masyarakat bisa saling
bertoleransi dan saling bekerja sama, maka akan terbentuk kehidupan
masyarakat yang lebih terjamin mutu pengetahuannya dan dapat bersama-sama
tumbuh dan berkembang dalam harmoni. Meskipun demikian,masyarakat yang awam
akan pengetahuan harus bisa berpartisapasi dengan aktif bertanya masalah
pendidikan yang mungkin bisa di tanyakan pada mahasiswa yang ada di sekitar
mereka. Masyarakat juga tidak boleh apatis atau masa bodoh dan enggan bertanya
terhadap segala hal yang mungkin dianggap tidak perlu tapi pada kenyataanya
sangat perlu apalagi dalam memajukan bangsa ini.
Dengan berlandaskan pengetahuannya,
tingkat pendidikannya, norma-norma yang berlaku disekitarnya, dan pola
berfikirnya. Sudah sepantasnya, mahasiswa menjadi panutan dalam masyaraka.Akan
tetapi, dalam kenyataannya dilapangan sangat berbeda dari yang diharapkan,
mayoritas mahasiswa cenderung hanya mendalami ilmu-ilmu teori di bangku
perkuliahan dan sedikit sekali diantaranya yang berkontak dengan masyarakat,
walaupun ada sebagian mahasiswa yang mulai melakukan pendekatan dengan
masyarakat melalui program-program pengabdian masyarakat.
Mahasiswa yang acuh
terhadap kehidupan bermasyarakat akan mengalami kerugian yang besar apabila
dilihat dari sisi hubungan keharmonisan dan penerapan ilmu. Dari sisi
keharmonisan, mahasiswa tersebut sudah menutup diri dari lingkungan sekitarnya
sehingga muncul sikap apatis atau acuh tak acuh, hilangnya silaturrahim dan
hilangnya rasa kekeluargaan yang disertai hilangnya harapan masyarakat kepada
mahasiswa. Dari segi penerapan ilmu, mahasiswa yang acuh berarti sama saja
menyianyiakan ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi, mahasiswa terhenti
dalam pergerakan dan menjadi sangat kurang kuantitas sumbangsih ilmu pada
masyarakat.
Selain
peran diatas, mahasiswa juga memiliki peran yang jauh lebih kompleks, antara
lain:
1. Direct of
Change, mahasiswa diharapkan
mampu menjadi penggerak perubahan yang secara langsung dapat dirasakan
manfaatnya melalui pendidikan seperti yang disampaikan oleh Nelson Mandela: “Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan
itu Anda dapat mengubah dunia”. Mari kita melihat masalalu, dimana
ada begitu banyak aktivis mahasiswa dari seluruh Indonesia yang bersatu untuk
menurunkan Presiden Soeharto, dan mereka berhasil melakukannya. Mahasiswa sudah
seharusnya dapat berkontribusi secara langsung kepada masyarakat, dengan cara
yang benar tentunya. Oleh karena itu, jadilah mahasiswa yang aktif untuk
sama-sama membangun negeri menuju kehidupan yang jauh lebih baik.
2. Agent Of Change, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan perubahan
yang lebih baik melalui berbagai penelitiannya sebagai jawaban atas berbagai
permasalahan kehidupan masyarakat. Ilmu yang diajarkan tidak boleh hanya
sekedar dipelajari saja, namun kembangkan semua itu sebagai kontribusi kepada
masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Anies Rasyid Baswedan, Ph.D., dalam
pesan untuk mahasiswa baru “Anda disebut maha atas
kesiswaan anda. Anda punya tanggung jawab yang jauh lebih besar dari
anak-anak muda lainnya. Di Indonesia ada jutaan anak-anak masuk SD, namun hanya
ratusan ribu yang hari ini bisa kuliah. Itu artinya anda berbeda dari yang
lain. Anda adalah sekelompok anak-anak muda yang punya kesempatan, untuk maju
mengembangkan diri, meraih masa depan, bukan hanya untuk anda sendiri. Namun
untuk kemajuan Republik, untuk kemajuan bangsa”.
3. Iron Stock, mahasiswa diharapkan menjadi sumber semangat
untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat dalam membuat perubahan yang lebih
baik. Melalui jumlah Sumber Daya Manusia yang banyak, mahasiswa dituntut untuk
tidak hanya berdiam diri hanya untuk melihat permasalahan yang sedang terjadi.
Mahasiswa sudah seharusnya kritis dan tanggap terhadap berbagai permasalahan
hidup, dan segera bertindak secepat mungkin. Seperti yang diriwayatkan
oleh Abu Na’im: “Pengetahuan yang benar tidak
diukur dari seberapa banyak Anda menghafal dan seberapa banyak yang mampu Anda
jelaskan, melainkan, pengetahuan yang benar adalah ekspresi kesalehan
(melindungi diri dari apa yang Allah larang dan bertindak atas apa yang Allah
amanatkan)”.
4. Moral Force, mahasiswa diharapkan mampu memiliki akhlak yang
baik sebagai contoh kepada masyarakat. Sudah seharusnya mahasiswa mampu
membedakan yang benar maupun salah melalui ilmu yang telah dipelajarinya. Oleh
karena itu, jadilah mahasiswa yang layak ditiru sebagai individu berintelektual
dan berakhlakul karimah sebagaimana yang disampaikan oleh Rasullullah
SAW: “Jika seseorang bepergian dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah
akan menjadikan perjalanannya seperti perjalanan menuju surga”.
5. Social Control, mahasiswa diharapkan mampu melakukan kontrol
sosial secara menyeluruh melalui keterbukaan terhadap masyarakat. Mahasiswa
sudah seharusnya mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat
sekitarnya melalui edukasi yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu, jadilah
mahasiswa yang mampu berpikir secara kritis, logis dan dinamis dalam mengikuti
perkembangan sosial masyarakat serta mampu membuat perubahan. Sebagaimana yang
disampaikan oleh Ali Bin Abi Thalib RA. ”Engkau berpikir tentang dirimu
sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak
terbatas” .
Mahasiswa, dalam melaksanakan peran tersebut, sudah banyak diwadahi
dengan komunitas berbasis keilmuan maupun minat, dengan beragam latar belakang,
visi wadah, dan kemampuan masing-masing. Keberagaman ini juga dapat memicu
adanya kolaborasi yang sinergis antara dua wadah atau lebih sehingga menjadi
sangat mungkin untuk berpikir bahwa kegiatan pengabdian masyarakat menjadi
sesuatu yang menarik dan bervariatif tetapi dengan tetap memegang idealisme
masing-masing kelompok.
Dalam bentuk apakah pengabdian masyarakat yang ideal dari optimalisasi
kemampuan mahasiswa?
Pengabdian masyarakat adalah bentuk aktualisasi dan eskalasi potensi
dalam diri mahasiswa dengan ilmu yang sudah diterima, alangkah baiknya
pengabdian masyarakat dikemas dengan bentuk yang sangat simpel dan sederhana
tetapi menjawab permasalahan yang berada di masyarakat danmemiliki efek yang
berkelanjutan. Mengingat bahwa kondisi kesibukan mahasiswa dan adanya tanggung
jawab sosial, moral dan intelektual dalam melaksanakan pengabdian masyarakat,
maka terdapat beberapa bentuk pengabdian masyarakat, seperti :
1. Pendidikan berkelanjutan
1. Pendidikan berkelanjutan
Mengajarkan dan membantu pemahaman pendidikan dasar serta menyiapkan
peserta didik (dalam hal ini adalah masyarakat) untuk memiliki kecerdasan
tambahan tentang hubungan timbal balik antar lingkungan sosial, budaya dan alam
serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam kegiatan pendidikan
primer di sekolah.
2. Service
Upaya memberikan sesuatu produk dan jasa dari hasil perundingan dua
arah antara mahasiswa dan masyarakat dan pada akhirnya hasil yang didapatkan
dapat membantu masyarakat dalam memecahkan masalah yang ada. Pada hal ini,
harus dilakukan social mapping yang representatif.
3. Rintisan usaha mandiri
Upaya membantu untuk membentuk dan mendirikan usaha baru dengan
menggunakan ide kewirausahaan, modal, organisasi dan manajemen yang diatur
dengan rapih dan terstruktur.
4. Charity
Upaya memberikan sesuatu seperti barang dan jasa yang dilakukan secara
massal dan persiapan sebentar. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran
bermasyarakat dan menumbuhkan empati terhadap sesuatu, seperti : donor
darah, kunjungan panti asuhan, dll.
Begitu
kompleksnya peran mahasiswa itu sebagai pembelajar sekaligus pemberdaya yang
ditopang dalam beberapa peran diatas. Hingga suatu saat nanti, bangsa ini akan
menyadari bahwa mahasiswa adalah generasi yang ditunggu-tunggu bangsa ini.
Maka berjuanglah, belajarlah, dan berkaryalah
dengan tulus – ikhlas, Bagi nusa dan bangsa tercinta ini. Diawali dari diri
sendiri. Laksanakanlah tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya anda mampu
laksanakan. Niscaya Tangan Tuhan akan membantu kita dengan Rahmat,Hidayah dan Ridho
Nya. Untuk mewujudkan Indonesia yang lebik baik, dalam segala aspek
kehidupannya.
http://almurobby.blogspot.com/2014/08/peran-mahasiswa-dalam-masyarakat.html
http://rizkirandy.student.telkomuniversity.ac.id/2017/06/11/22/
https://medium.com/@TERRAITB/pengabdian-masyarakat-dan-mahasiswa-5b230763ad6
https://guruppkn.com/peran-dan-fungsi-mahasiswa-dalam-masyarakat
Comments
Post a Comment